Puisi : Senandung Perpisahan di Labuang Tercinta
Puisi ini ditulis sebagai Ucapan Terima kasih Jemaat GPM Labuang Klasis Buru Selatan atas Perpisahan dengan Ketua Majelis Jemaat Pendeta Herna Lesil tahun 2025 dalam Mutasi Tugas ke kota Ambon.
Senandung Perpisahan di Labuang Tercinta
Di Labuang ini, kasih terjalin erat,
Dalam gembalaMu, hati kami terpaut.
LangkahMu membimbing, sabdaMu menguat,
Kini tiba saat, perpisahan menyentuh kalbu.
Di mimbar ini, suaraMu bergema,
Menyampaikan firman, penuh makna.
Tawa dan air mata, kita rajut bersama,
Kini jejak langkahmu, kan menjadi cerita.
Mentari pagi menyapa, diiringi doa,
Kebersamaan kita, sungguh berharga.
Namun roda waktu terus berputar jua,
Tugas baru menanti, di ladang berbeda.
Bukan berarti cinta ini kan pudar,
Kenangan indah kan terus membekas.
Dalam setiap ibadah, dalam setiap sapa,
Bayang wajahmu kan tetap terlintas.
Selamat jalan, gembala tercinta,
Doa kami menyertai setiap langkahmu.
Kiranya kasih Tuhan selalu menyertai,
Dalam pelayananmu yang baru.
Labuang kan merindu sentuhan kasihmu,
Namun iman mengajarkan, perpisahan tak abadi.
Ingatlah kami dalam doamu,
Dalam lingkaran kasih yang tak bertepi.
